Menaker: Kemnaker Siap Sukseskan Presidensi G20 Indonesia

By Abdi Satria


nusakini.com-Jakarta-Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan siap dan berkoitmen mensukseskan pelaksanaan Presidensi G20 yang dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2022. Hal itu setelah semua pimpinan unit di Kemnaker bersama-sama membacakan komitmen bersama untuk

"Kementerian Ketenagakerjaan sebagai  focal point G20 Bidang Ketenagakerjaan secara resmi siap dan berkomitmen mensukseskan Presidensi G20 tahun depan," ucap Menaker pada acara Kick Off G20 Employment Working Group (EWG) Indonesia G20 Presidency 2022 di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Presidensi G20 Indonesia Bidang Ketenagakerjaan yang diselenggarakan tahun 2022 mengusung tema besar “Improving Employment Condition to Recover Together”.

Menaker mengatakan, dalam pertemuan G20 tahun mendatang, posisi strategis Indonesia sebagai Presidensi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya karena di forum ini semua negara setara.

"Kepercayaan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan," ucap Menaker.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dalam Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia beberapa hari yang lalu menyatakan bahwa Presidensi Indonesia tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi Indonesia perlu mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata dan implementable, serta memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang.

"Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan, sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini,"

Ia menambahkan, Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20 ini, khususnya dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan global saat ini dan ke depan.

Menurutnya, dengan semangat solidaritas dan kemitraan, Presidensi Indonesia juga akan dimanfaatkan untuk berkontribusi bagi pembangunan ketenagakerjaan nasional, regional dan global yang lebih merata, lebih adil dan inklusif bagi dunia yang lebih tangguh terhadap krisis, serta bagi dunia yang lebih tangguh dalam menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim. (rls)